Selasa, 28 Februari 2012

Mencari File di File Hosting Website

File Hosting Website yang saya maksudkan di sini adalah seperti mediafire, hotfile, rapidshare dan lainnya. Baik pencarian lagu, video, dokumen, maupun gambar susah dimengerti bagi orang awam seperti saya. Sebelumnya saya tidak mengerti pencarian file-file di website tersebut. Karena saat kita membuka website-website tersebut, halaman utama mereka hanya menyuruh kita untuk meng-upload file-file ke website-website tersebut. 

Tapi, akhirnya saya agak sedikit mengerti cara mencari file-file yang kita inginkan, yaitu lewat search engine Google. Google telah menyediakan keyword pencarian yang spesifik sesuai keinginan kita. Apalagi untuk situs-situs tertentu yang kita ingin cari. Silahkan buka search engine Google dan ketik perintah di bawah ini di bar pencariannya sesuai keinginan kita

Cara Mencari Lagu/musik :
site:mediafire.com mp3|wma|ogg|amr|wmv|mid
Cara Mencari video/film :
site:mediafire.com asf|rm|avi|mp4|wmv|flv|mkv
Cara Mencari Komik :
site:mediafire.com cbr|cbz
Cara Mencari file dalam bentuk compress / kompresan :
site:mediafire.com rar|zip|7zip|tar|Gzip
Atau untuk ekstensi file yang lain, silahkan bisa dicoba sendiri. Di atas hanya sebagai contoh saja, selanjutnya anda kembangkan sendiri. Misalkan ganti
site:mediafire.com rar|zip|7zip|tar|Gzip
dengan
site:hotfile.com rar|zip|7zip|tar|Gzip
Selain itu, kita bisa mencari file yang lebih spesifik lagi, seperti nama file tertentu. Contoh:
site:mediafire.com mp3|wma|ogg|amr|wmv|mid "Peterpan"
Dari contoh di atas, nantinya yang akan dicari adalah file musik dengan mengandung nama Peterpan di dalamnya. Ini berlaku untuk ekstensi file yang lain. Selamat mencoba :D

Share:

Minggu, 26 Februari 2012

Cara Install Adobe Flash Player di Fedora Yang Ter-Update

Fedora 15 telah ter-included firefox didalamnya. Tapi sayang , browser ini belum dilengkapi Adobe Flash Player yang kita gunakan untuk memutar video streaming seperti Youtube atau memainkan game-game flash di Facebook. Lalu bagaimana caranya kita menyematkan Adobe Flash Player ini di browser kita ?? Ikuti langkah berikut :

1. Silahkan download dulu file repository-nya di sini. Pilih yang YUM for Linux (dalam hal ini saya menggunakan 32 bit)
2. Jika berhasil didownload, maka kita akan mendapatkan file adobe-release-i386-1.0-1.noarch.rpm

3. Buka terminal dan masuk ke folder dimana kita meletakkan file adobe-release-i386-1.0-1.noarch.rpm tadi
Misal kita letakkan di folder Downloads :
$ cd Downloads/
4. Masukkan file repository tadi ke YUM kita (di /etc/yum.repos.d)
$ su -c 'rpm -ivh adobe-release-i386-1.0-1.noarch.rpm'
5. Setelah berhasil ditambahkan, langkah selanjutnya yaitu meng-import Adobe GPG key. Kenapa kita harus melakukan langkah ini ? Perlu diketahui bahwa saat kita memasukkan file repository, sebenarnya kita telah meng-copy juga adobe General Public Key(GPG Key) ke /etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-adobe-linux tetapi belum mengimport keseluruhan key-nya. Untuk itu perlu dilakukan perintah berikut :
$ su -c 'rpm --import /etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-adobe-linux'
6. Jika berhasil, kita tinggal meng-install Adobe Flash Player-nya (sekalian kita install suaranya :D )
$ su -c 'yum install nspluginwrapper alsa-plugins-pulseaudio flash-plugin'
7. Dengan cara install di atas, kita akan mendapatkan plugin Adobe Flash Player dan akan terupdate secara otomatis jika kita menjalankan Update Manager di Fedora 15 :D. 8. Restart Firefox-nya. 9. Untuk menge-testnya, silahkan coba buka salah satu file di Youtube.com atau ketik ini di URL bar browser
about:plugins
Jika berhasil di-install, maka akan tertampil sebagai berikut (perhatikan di Flash Shockwave plugin)

Referensi : 

Share:

Sabtu, 25 Februari 2012

Cinnamon di Ubuntu

Beberapa isu yang berkembang saat ini, Blankon Rote sepertinya akan menggunakan Cinnamon. Dan isu ini sampai ke saya dan mungkin bisa benar adanya setelah tanya sana sini dan melihat dari blog nya Mas Aji Kusworomukti dan blognya Mas Dedy.

Apa sih Cinnamon itu ?? Cinnamon adalah Desktop Environment baru yang sangat powerfull, fleksibel, dan mudah digunakan dengan tampilan antarmuka klasik. Yang menarik lain adalah Cinnamon telah berbasis GNOME 3. Woww!!. Cinnamon menerapkan Main Menu yang sangat responsif dengan custom panel launchers-nya. Cinnamon digagas oleh Clement Levebvre salah satu penggagas distro Linux Mint. Menurut penggagasnya, Cinnamon memiliki visi dan filosofi dasar sama dengan Linux Mint, yaitu bagaimana sebuah desktop environment tampil dengan desain yang sederhana namun tetap terlihat cantik. “Bila Anda menyukai tampilan Linux Mint, Anda akan menyukai Cinnamon," kata Clement Lefebvre.

Karena penasaran dan ingin mencobanya dan berhubung di laptop saya baru terinstall Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot, maka setelah browsing sana sini, saya menemukan alternatif caranya, yaitu :

1. Tambahkan PPA terlebih dahulu, ada dua cara (silahkan pilih salah satu) :
Cara 1 - Masukkan perintah lewat terminal
$ sudo add-apt-repository ppa:merlwiz79/cinnamon-ppa
$ sudo apt-get update
Jika berhasil, lewati cara 2, lanjut langkah nomer 2.
Cara 2 - Tambahkan PPA ke sources.list
-Buka file sources.list
$ sudo gedit /etc/apt/sources.list
-Tambahkan list berikut di baris paling bawah di sources.list, kemudian simpan.
deb http://ppa.launchpad.net/merlwiz79/cinnamon-ppa/ubuntu oneiric main 
deb-src http://ppa.launchpad.net/merlwiz79/cinnamon-ppa/ubuntu oneiric main
-Buat sebuah file dengan nama key.txt di home folder
$ sudo gedit key.txt
-Silahkan copy paste list di bawah ini, ke dalam key.txt, kemudian simpan.
-----BEGIN PGP PUBLIC KEY BLOCK-----
Version: SKS 1.0.10

mI0ESlmT2QEEAKzo19hS7jl0HmN443mtLO3zkImC4mV76PoMMnXsaGzDLwfVix2YiUruxK0g
R27NJQh1cV7hTr4JCOgA8Zwwzu7Dt72K0J0TGartSJZqQ6QK6uOalAazXDVcISPtm0ffjq/2
ATeztgmRlbei61iT2neYpI0Zzs0C3bI1IYIyQUlNABEBAAG0E0xhdW5jaHBhZCBtZXJsd2l6
NzmItgQTAQIAIAUCSlmT2QIbAwYLCQgHAwIEFQIIAwQWAgMBAh4BAheAAAoJEFhL1kEKr614
x2MD/R4HF3t87NrBkRD9Btu10yPpQDQAgmK2Fwzhw+DFJetApqxEirdHq1PcguT11TOOOCKI
+/HyrOpYJ702GlFPNvWlOMn1GEreGlCQtrb4i3/CkOPYWipnAojnHJWS6ZRMBwCRJIhjRjAn
S6MrZaQ4zgKgmWRa7iwZvTD/SXuq6fFT
=H3uc
-----END PGP PUBLIC KEY BLOCK-----
-Buka System-Preferences-Software Sources dan masuk ke tab Authentication, kemudian tekan Import Key File..
-Cari key.txt yang disimpan di home folder, kemudian tekan OK
-Kemudian update repository
$ sudo apt-get update
-Lanjut langkah nomer 2
2. Setelah sources.list berhasil di update, kemudian kita baru bisa install Cinnamon-nya
$ sudo apt-get install cinnamon cinnamon-session cinnamon-settings
3. Setelah selesai penginstalan, untuk mencicipinya, silahkan logout, kemudian pilih session untuk Cinnamon. Selesai :D

Secara default, tema yang digunakan adalah bawaan Linux Mint. Jika kita ingin menambahkan temanya, maka ikuti cara berikut :
1. Karena kita akan mengambil file di GIT, maka install dulu git-core
$ sudo apt-get install git-core

2. Masuk ke home folder dan ambil file git-nya
$ cd
$ git clone https://github.com/linuxmint/cinnamon-themes.git

3. Buka folder cinnamon-themes yang telah didownload tadi
$ cd cinnamon-themes
4. Jalankan test
$ ./test
5. Buka Main Menu-Preferences-Cinnamon Settings dan pilih tab Themes. Nah, silahkan pilih tema yang kalian mau



Contoh tampilan :

Referensi : 
http://milisdad.blogspot.com/2012/02/cinnamon-bakal-ditanam-di-blankon-linux.html
http://www.adzymaniac.web.id/blankon-dan-lingkungan-desktop/
Share:

Jumat, 24 Februari 2012

Menyembunyikan Partisi NTFS di Ubuntu

Saat kita men-dual OS antara Windows dan Ubuntu, sering di Ubuntu itu sendiri terdapat partisi yang tidak ingin kita munculkan, yaitu partisi drive C (partisi dimana Windows terinstall). Untuk itu, pada postingan ini, saya akan sedikit membagi trik cara menyembunyikannya :
1. File fstab di folder etc adalah konfigurasi yang akan kita gunakan nantinya untuk menyembunyikan partisi ntfs. Maka, silahkan backup file fstab-nya dulu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan
$ sudo cp /etc/fstab /etc/fstab.backup
2. Cari alamat partisi yang akan kita kita sembunyikan menggunakan fdisk
$ sudo fdisk -l
Lihat partisi-nya dengan mengacu pada ukuran partisi dan type partisi.

Contoh :
Disk /dev/sda: 250.1 GB, 250059350016 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 30401 cylinders, total 488397168 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x7089cb43

   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1            2048      206847      102400    7  HPFS/NTFS/exFAT
/dev/sda2          206848   112642047    56217600    7  HPFS/NTFS/exFAT
/dev/sda3       112642048   399362047   143360000    7  HPFS/NTFS/exFAT
/dev/sda4       399364094   488396799    44516353    5  Extended
/dev/sda5       399364096   408444927     4540416   82  Linux swap / Solaris
/dev/sda6       408446976   449861631    20707328   83  Linux

Disk /dev/sdb: 250.1 GB, 250059350016 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 30401 cylinders, total 488397168 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x000bc3c1
Dari contoh di atas, misal partisi yang tertampil di nautilus adalah seperti berikut :



Kita akan menghilangkan partisi drive C yang saya beri nama "Windows" dan partisi system Windows-nya dengan label "System Reserved". Kemudian, kita cek di fdisk-nya. Dengan memperkirakan ukuran dan type partisi nya, maka diketahui alamat kedua partisi yaitu
/dev/sda1 -- System Reserved
/dev/sda2 -- Windows 
3. Setelah kita tahu alamat partisi yang akan kita sembunyikan, langkah selanjutnya adalah meng-unmount partisi yang akan kita sembunyikan
$ sudo umount /dev/sda1 
$ sudo umount /dev/sda2 
Setelah kita unmount, nanti di nautilus lagi, akan terlihat sebagai berikut :

4. Buat direktori-direktori sesuai alamat masing-masing di folder mnt untuk menyembunyikan partisi nya
$ sudo mkdir /mnt/sda1 
$ sudo mkdir /mnt/sda2
5. Buka file fstab dengan menggunakan gedit
$ sudo gedit /etc/fstab
6. Tambahkan di baris paling akhir konfigurasi tersebut dengan ini :
/dev/sda1 /mnt/sda1 ntfs-3g defaults,umask=227,gid=46 0 0
/dev/sda2 /mnt/sda2 ntfs-3g defaults,umask=227,gid=46 0 0
Perhatikanlah alamat partisi, alamat folder yang menjadi tujuan penyembunyiannya, dan type partisi-nya agar tidak terjadi error nantinya
7. Save konfigurasi dan di nautilus akan tertampil menjadi seperti ini :

Selamat mencoba :D
Share:

Kamis, 23 Februari 2012

Edit PPD Untuk Setting Kertas F4 Semua Printer Di Ubuntu

Sebelumnya, perlu saya jelaskan beberapa fakta pada saat oprek ppd ini :
  • Libreoffice tidak mengenal kertas ukuran F4 tapi yang dikenal adalah kertas ukuran Longbond, yaitu : 8.5in x 13in.
  • Di hampir semua media size printer di System-Admnistration-Printing tidak ada pilihan untuk kertas F4 atau Longbond.
  • Pada saat kita print ukuran kertas F4 landscape secara default, hasil printing akan terpotong di kiri (tidak sesuai Page Preview).
  • Mekanisme penge-print-an di Ubuntu seperti ini : “Libre meminta ukuran kertas F4/Longbond, tapi di printer tidak tahu ukuran apa itu karena media size yang terbatas . Akhirnya printer men-default ukuran yang mendekati. Dalam hal ini adalah ukuran kertas legal. Jadi penge-print-an dilakukan untuk kertas legal. Dan yang perlu diingat, kertas yang user sediakan adalah F4. Sehingga otomatis akan terpotong di kiri.”
  • Jika kita memaksa untuk menggunakan style template dengan memanfaatkan ukuran kertas legal yang ditambah 3 cm di margin kiri, kendalanya adalah file-file yang telah diatur format F4-nya di Jendela akan menjadi kacau dan pada saat Page Preview tidak sesuai dengan hasilnya nanti. Dan ini akan sangat membingungkan pengguna.
  • Jika printernya udah support, biasanya ukuran kertas F4 yang dikenal adalah American Foolscap pada ppd.
Dari beberapa fakta di atas, maka saya menemukan cara alternatif untuk mengatasinya :
1. Semua setting printer yang tertampil di System-Admnistration-Printing adalah hasil coding-an ppd baik yang terinstall otomatis maupun yang kita masukkan secara manual pada saat install driver printer. Dan semua ppd itu akan tersimpan di /etc/cups/ppd. Jadi silahkan masuk dulu ke folder tersebut :
$ cd /etc/cups/ppd/
2. Backup dulu file ppd yang akan kita oprek :
$ sudo cp [NamaFile].ppd [NamaFile].ppd.backup
3. Buka file ppd dengan gedit
$ sudo gedit [NamaFile].ppd
4. Untuk editnya sendiri ada beberapa cara alternatif, ini tergantung dari kerumitan ppd itu sendiri

Cara 1 : (Replace angka 1008 dengan 936 pada setting ukuran legal – recommended)
  • Setelah masuk ke gedit, tekan CTRL+H sehingga muncul dialog seperti di bawah ini.
  • Kemudian isi textbox Search for dengan angka 1008 dan textbox Replace with dengan angka 936

  • Tekan Replace All, kemudian CTRL+S untuk menyimpan
  • Lanjut langkah nomer 5

Cara 2 (Tambahkan media size Longbond pada ppd – not recommended)
  • Kebanyakan untuk pengaturan kertas di ppd terdiri dari pengaturan PageSize, PageRegion, ImageableArea, dan PaperDimension.
  • Dari pengetahuan diatas, maka kita dapat menambahkan pengaturan kertas untuk Longbond
  • Caranya yaitu copy saja pengaturan Legalnya
  • Misalnya untuk PageSize :
Jika di Legal →
*PageSize Legal/Legal 8.5" x 13 ":"< < /PageSize[612 1008]/ImagingBBox null > >setpagedevice"
Maka tambahkan di baris bawahnya (masih dalam OpenUI yang sama) untuk Longbond →
*PageSize Longbond/Long Bond 8.5”x14 “:"< < /PageSize[612 936]/ImagingBBox null > >setpagedevice"


Keterangan :
Longbond adalah variabelnya, Long Bond 8.5"x13" adalah labelnya, 612 936 adalah ukuran kertas-nya (satuannya tidak diketahui). Untuk ukurannya kenapa dapat angka 936 adalah hasil perhitungan perbandingan ini :

X = (13in/14in) * 1008
X = 936

  • Lakukan hal yang sama untuk PageRegion, ImageableArea, dan PaperDimension atau jika ada untuk semua setting kertas yang di situ ada pengaturan Legalnya (disesuaikan).
  • Tapi hal yang perlu diperhatikan adalah kita harus tahu mana yang dijadikan variabel dan mana yang dijadikan label. Pastikan variabel tidak menggunakan spasi (sesuaikan format coding-annya).
  • Lanjut langkah nomer 5

5. Restart cups yang sedang berjalan dengan mengetik :
$ sudo /etc/init.d/ cups restart
atau
$ sudo /etc/init.d/ cups stop
$ sudo /etc/init.d/ cups start
6. Selesai. Sebelum mencoba di Libreoffice, pastikan Libreoffice yang terbuka sebelumnya telah di-close setelah kita restart cupsnya.
7. Untuk testingnya, lakukan penge-print-an seperti biasa. Jika berhasil, pada tampilan Page Preview akan sama dengan tampilan preview dikiri dialog Print saat kita menekan CTRL+P. Dan akan sama pula dengan hasil cetak printernya.
8. Selamat mencoba.


NB :
Alasan cara 2 tidak disarankan adalah karena kemungkinan gagal nya tinggi. Selama saya menggunakan cara 2, printer kadang malah tidak mau menge-print F4 dan di system-tray kadang ter-close sendiri.
Share:

Mengenai Saya

Foto saya
Saya hanyalah penikmat teknologi

Pengunjung