Minggu, 18 Desember 2016

Memperbaiki Partisi EFI Yang Hilang

Hai blogger! :D Setelah sekian lama tidak nge-blog akhirnya saya mencoba membuat postingan lagi. Kebetulan kerjaan saya tidak sesibuk yang dulu lagi, sehingga saya bisa sedikit meluangkan waktu untuk kembali berbagi ilmu dengan semuanya.
Kali ini saya mencoba sedikit membagi pengalaman saya tentang mengotak-atik tablet mini saya yaitu Cube iwork 8 Air. Seperti yang tertera di spesifikasinya, laptop ini memiliki 2 operating system yaitu Windows 10 dan Android. Nah, baru 1 hari pemakaian saya sudah merasa bosan dengan Android dari Cube iwork 8 Air ini. Akhirnya saya memutuskan untuk menghapus partisi Android-nya saja, agar ruang kosong Windows 10-nya menjadi lebih luas. Hehehe.
Dari berbekal tanya mbah google, akhirnya saya menemukan caranya (kapan-kapan akan saya posting caranya). Tapi masalah timbul karena tanpa sengaja partisi EFI dari Windows 10-nya terhapus. Saya tidak bisa booting ke Windows 10 . Waktu booting, hanya muncul EFI shell yang saya sendiri  belum tau cara penggunaanya.

Kemudian saya menemukan cara ini:
1. Booting ke PC melalui Windows 10 installer (saya sarankan untuk tidak menggunakan installer bajakan :P).

2. Waktu tampilan pertama kali instalasi Windows 10, langsung tekan SHIFT+F10 agar memunculkan Command Prompt.

3. Lalu masuk ke bagian diskpart
diskpart
4. Lihat dulu daftar disk yang terdapat pada PC (karena bisa saja disk-nya bisa lebih dari satu).
list disk
5. Kemudian masuk ke disk dimana kamu menghilangkan partisi EFI-nya.
select disk 0
6. Pada disk terpilih, lihat dulu partisi-nya jika ada ruang kosong, lompat ke nomor 8.
list partition
7. Jika tidak ada, hapus dulu partisi yang ada dengan cara memilih partisi yang akan dihapus, kemudian men-delete-nya
select partition 1
delete partition
8. Buat EFI partition. Disarankan ukurannya lebih dari 100MB
create pratition efi size=260
9. Format partisi yang sudah dibuat.
format quick fs=fat32
10. Untuk mengecek apakah partisi sudah dibuat, lihat kembali partisinya
list partition
11. Restart komputer.
Selesei :D. Adapun contoh hasilnya bisa dilihat di halaman berikut.
Share:

Selasa, 11 September 2012

Mengganti Default Search Engine pada Firefox Linux Mint ke Google

Akhirnya setelah sekian lama tidak update blog, saya memutuskan kembali untuk memposting sesuatu dari ilmu-ilmu yang saya terima. Kali ini saya mulai dengan menge-set search engine google di Firefox. Seperti kita tahu,saat menginstall Linux Mint atau distro lain yang menggunakan Firefox-nya sebagai default browser,kadang default search engine tidak di-set ke Google,yaitu ke DuckDuckGo,Yahoo Search atau yang lain. Sehingga kadang-kadang ini cukup memperlambat saat kita ingin pencarian cepat lewat Search bar atau Location bar dengan Google.

Nah,bagaimana sih mengganti agar secara default di-set ke Google? Ikuti langkah berikut :
- Untuk Search Bar
1.   Klik anak panah ke bawah pada Search Bar,kemudian pilih Manage Search Engine

2.Saat muncul window baru,pilih link di paling bawah "Get more search engine..."
3. Nanti kamu akan diarahkan ke site seperti dibawah ini
Di bagian COMMERCIAL ENGINES ada 2 icon Google,yaitu Google dan Google Scholar. Maka pilih yang Google saja.
4. Kembali ke Search Bar,klik anak panah kebawah,dan disana ada satu tambahan menu "Add Google". Maka pilih menu tersebut


-Untuk Location Bar
1. Ketik "about:config" pada Location Bar,kemudian enter.
2. Akan muncul peringatan
Abaikan saja,klik "I'll be carefull,I promise"
3. Ketik "keyword.URL" pada Search,dan klik kanan pada hasil pencarian,kexmudian pilih Modify
4. Ganti string sebelumnya dengan ini :
http://www.google.com/search?ie=UTF-8&;oe=utf-8&q=

Selesai. Selamat mencoba :D.

Share:

Kamis, 31 Mei 2012

Install Hotot (Alternatif Microblogging Client) Untuk Ubuntu

Ada pemikiran bagaimana menginstall TweetDeck di Linux. Bayangkan Microblogging Client ini sangat mumpuni di Jendela. Kita sangat terbantu dengan fitur-fitur yang terdapat di TweetDeck untuk ber-twit ria :D. Tapi sayangnya, official website nya sendiri tidak menyediakan TweetDeck for Linux. Hmm,jalan satu-satunya ya cuma alternatif microblogging client laen yang hampir mirip TweetDeck. Ketemulah Hotot. Dengan tampilan dan fitur-fitur yang hampir mirip dengan TweetDeck, bahkan menurut saya, lebih user friendly Hotot. Lalu bagaimana cara instalasinya ?? Ikuti langkah berikut :

1. Seperti biasa,ada 2 cara alternative untuk menginstallnya
Cara 1 - Masukkan perintah lewat terminal
$ sudo add-apt-repository ppa:hotot-team
$ sudo apt-get update
Jika berhasil, lewati cara 2, lanjut langkah nomer 2. Jika tidak berhasil (biasanya terhambat proxy), coba cara 2.

Cara 2 - Tambahkan PPA ke sources.list
-Buka file sources.list
$ sudo gedit /etc/apt/sources.list
-Tambahkan list berikut di baris paling bawah di sources.list, kemudian simpan.
deb http://ppa.launchpad.net/hotot-team/ppa/ubuntu YOUR_UBUNTU_VERSION_HERE main 
deb-src http://ppa.launchpad.net/hotot-team/ppa/ubuntu YOUR_UBUNTU_VERSION_HERE main

-Buat sebuah file dengan nama key.txt di home folder
$ sudo gedit key.txt
-Silahkan copy paste list di bawah ini, ke dalam key.txt, kemudian simpan.
-----BEGIN PGP PUBLIC KEY BLOCK-----
Version: SKS 1.0.10

mI0ETJ9SCQEEAMuaC9tqEsiQ0u8VYBWecLc0stA3agYHIRJLZqvmnXJ1VoW5chESYAgdywfm
RvZqzHPMXbTRLMpig/OHgQpI+8ftTc9ZCwZboE7yLQkjwM9rArevGXv4d415Cb09D4DhSiRz
OpgxHIWLgQUGHDjaTJITTdCRGcwbDbbdLoFNPfsLABEBAAG0HExhdW5jaHBhZCBQUEEgZm9y
IEhvdG90IFRlYW2IuAQTAQIAIgUCTJ9SCQIbAwYLCQgHAwIGFQgCCQoLBBYCAwECHgECF4AA
CgkQopIo3UEBGuIASwP/WjvqB5AYlRzDi2XrLaXoXZQONeE5Zo4VvvhILFLGhgOrbWMxDDyw
awlaj9rikpzfkdzBiBusCT1dRJriBBNhSpIhDzZiaUAg3KygIdYhfzVWkc2u/4m1yQBqYLZ6
3jMP5rJpUCVgMYFHVVGMohSDeMEHAyPv5VtFjCn6od+opS4=
=pMLE
-----END PGP PUBLIC KEY BLOCK-----
-Buka System-Preferences-Software Sources dan masuk ke tab Authentication, kemudian pilih Import Key File..
-Cari key.txt yang disimpan di home folder, kemudian tekan OK
-Kemudian update repository
$ sudo apt-get update

-Lanjut langkah nomer 2

2. Oke, setelah kita berhasil menambahkan PPA-nya, langsung dah install Hotot-nya
$ sudo apt-get install hotot

Selesai :D
Share:

Senin, 09 April 2012

Memperbaiki Flashdisk Read-Only di Ubuntu

Sering kali flashdisk yang akan kita mount ke Ubuntu sering mengalami read-only. Yang artinya kita tidak dapat mengubah, membuat, dan menghapus data yang terdapat pada flashdisk tersebut. Mengapa bisa terjadi demikian ?? Ini dikarenakan flashdisk yang dicabut paksa, atau mendadak daya flashdisk terhenti, atau terserang virus Jendela. Sehingga ada kesalahan dalam alamat memory-nya. Tapi untuk mengatasinya pun cukup mudah, yaitu :

1. Ketahui dulu alamat flashdisk kita di dev (/dev/sdxx) dengan mengetik ini di terminal :
$ df -h
Contoh di saya, akan keluar output seperti berikut :
Filesystem            Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda6              15G  7.5G  6.0G  56% /
udev                 1000M  4.0K 1000M   1% /dev
tmpfs                 403M  912K  402M   1% /run
none                  5.0M  8.0K  5.0M   1% /run/lock
none                 1007M  592K 1007M   1% /run/shm
/dev/sdd1             7.6G  5.4G  2.2G  72% /media/timordotx
/dev/sda5              15G   14G     0 100% /media/6224cf12-31ef-491b-a4ee-b4ca567e94bb
/dev/sdb1             970M  276M  694M  29% /media/JEFRIE

2. Setelah diketahui letak Filesystem-nya,lakukan pemulihan dengan kemudian mengetik ini di terminal:
$ sudo dosfsck -a -v /dev/sdxx
Dari output diatas, telah saya ketahui, bahwa Flashdisk Read-Only (label:timordotx) berada di /dev/sdd1, maka saya mengetik ini di terminal
$ sudo dosfsck -a -v /dev/sdd1
3. Unmount flashdisk, cabut, dan tancapkan lagi ke USB.

Maka flashdisk anda telah pulih kembali. Selamat mencoba :D.
Share:

Sabtu, 07 April 2012

Mencetak Slide dengan Border di LibreOffice Impress

Saat kita mencetak 2 slide atau lebih dalam satu lembar kertas, ada kalanya kita menginginkan agar hasil cetakannya memiliki border di tiap slide-nya. Sayangnya, di Impress kita tidak akan menemukan fitur tersebut. Secara default, hasil print nantinya tidak akan bisa kita beri border. Lalu bagaimana cara mengakalinya ??

Saat kita sudah siap ingin mencetak, maka beralihlah dari Normal mode ke Handout mode


Kemudian, di panel Task pilih Layout, dan tentukan berapa slide yang akan kita cetak dalam satu lembar kertas.
Misal, kita pilih 2 slide. Kemudian, di Drawing bar, pilih rectangle.


Dan gambarkan di Design Layout kita di kedua slide tersebut.


Pada Line and Filling bar, atur border dari ketebalan, warna dan style-nya.


Sehingga design siap cetaknya menjadi seperti ini :


Untuk mencetaknya, tekan CTRL+P dan pastikan memilih Handout pada bagian Print di Tab General


Selamat mencoba :D



Share:

Jumat, 06 April 2012

Mengatasi Bug Ubiquity Saat Proses Instalasi Ubuntu Lewat USB Stick

Ada kalanya saat kita meng-instal Ubuntu lewat USB stick (aka. flashdisk), terjadi crash dengan pesan seperti ini :
"An attempt to configure apt to install additional packages from the CD failed.".

Jika kejadian ini kita biarkan, maka saat di-restart, biasanya akan masuk grub rescue dan kita tidak bisa me-recovery GRUB-nya lewat liveCD. 

Hal itu merupakan bug dari binary package liveCD, yaitu Ubiquity. Indikasinya adalah struktur file di USB berbeda dengan apa yang ada di liveCD dan hal ini akan mengganggu saat proses apt-setup (penginstalan paket tambahan). 

Lalu bagaimana cara mengatasinya ?? Ikuti langkah berikut :

1. Kita harus meng-install ulang kembali Ubuntu dengan masuk ke mode Try Ubuntu (Live setup) lewat USB stick (aka. flashdisk).

2. Saat masuk ke live setup, jangan langsung ke Ubiquity-nya (Install Ubuntu), tapi buka terminal dengan mengetik ini :
$ sudo rm /usr/lib/ubiquity/apt-setup/generators/40cdrom
3. Kemudian baru kita Install Ubuntu dengan Ubiquity seperti biasa
Maksud dari langkah-langkah di atas adalah dengan mengabaikan pembacaan CD-ROM saat proses apt-setup. Selamat mencoba :D.
Share:

Kamis, 05 April 2012

Memodifikasi Currency Format menjadi Accounting Format di LibreOffice Calc

Sering kita mengalami saat membuat dokumen sheet, dimana kita menginginkan letak logo mata uang Rp berada di rata kiri cell, dan nominal-nya berada di rata kanan cell yang sama. Seperti contoh berikut:


Jika di Excel kita mengenal accounting format, maka di Calc kita tidak akan menemukan hal yang sama. Lalu bagaimana jika kita menginginkannya di Calc ? Ikuti cara berikut :

1. Contoh isi berada di A1, maka di cell tersebut silahkan klik kanan dan pilih Format Cells


2. Setelah itu di tab Number, pilih Currency di Category, Indonesian di combobox Language, dan IDR Rp Indonesian di combobox Format.


3. Pilih di list Format, bentuk cell seperti apa yang kita inginkan. Contoh di saya adalah
(Rp 1.234,00)

maka di Format Code-nya adalah :
[$Rp-421]#.##0,00;[RED]([$Rp-421]#.##0,00)
Kemudian, silahkan beri spasi di pagar(#) paling kiri diantara kedua format (bentuk negatif dan positif):
[$Rp-421] #.##0,00;[RED]([$Rp-421] #.##0,00)
4. Langkah selanjutnya masih dalam Format Cells adalah di tab Alignment, silahkan pada Text Alignment Horisontal pilih Distributed. Kemudian pilih OK.
Otomatis nanti hasil akhirnya menjadi seperti berikut :

Selamat mencoba :D.
Share:

Mengenai Saya

Foto saya
Saya hanyalah penikmat teknologi

Pengunjung